Perayaan Sepuluh Tahun Batik Bogor Tradisiku

0
320

Wartadki.com|Bogor – Bertepatan dengan perayaan 10 Tahun Batik Bogor Tradisiku, ada  20 warga asal negara lain yang didaulat menjadi model mengenakan Batik Bogor Tradisiku berjalan (catwalk) layaknya model profesional dihadapan semua tamu yang hadir, Minggu (21/01).

Tamu undangan tersebut diantaranya Wali Kota Bogor Bima Arya dan Istrinya Yane Ardian, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat dan istri, Ketua DPRD Kota Bogor Untung W Maryono dan pimpinan unsur Muspida Kota Bogor.

Para model dadakan tersebut berlenggak- lenggok di sepanjang karpet merah yang menutupi Jalan Jalak, tepatnya di Galery Batik Bogor Tradisiku. Tampak para model yang diawali dengan penampilan anak-anak berjalan saling berpasangan mengenakan Batik Bogor Tradisiku dipadu dengan tata rias Wardah.

Mereka terlihat ceria dan berusaha maksimal menjalankan tugasnya sehingga menarik perhatian semua yang hadir.

Para model ini merupakan siswa Intercultural School of Bogor dan para orang tuanya yang merupakan warga negara dari beberapa negara, diantaranya Wales, Inggris, Korea Selatan, New Zealand, Thailand, Belanda, Amerika Serikat, India, Malaysia dan Afrika Selatan.

Menurut salah seorang orang tua siswa asal Kanada, Jeanne mengaku merasa bangga dpaat dipercaya mengenakan batik dan dirinya merasa terpesona dengan warna-warna batik, tidak hanya Batik Bogor Tradisiku tetapi batik yang ada di Indonesia.

Tidak hanya itu, secara mendadak Wali Kota Bogor Bima Arya dan istrinya, Sekda Ade Sarip Hidayat dan istri, Kepala Disperindag Kota Bogor Achsin Prasetyo, Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat Sendy Dede Yusuf didaulat menjadi model untuk memperkenalkan motif terbaru Batik Bogor Tradisiku, yakni motif Cisadane.

Seusai berlenggak-lenggok dihadapan semua yang hadir, Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengaku menjadi model dadakan adalah hal yang biasa saja, namun ia bangga dapat memperkenalkan motif batik Cisadane khas dari Batik Bogor Tradisiku.

“Saya kan terbiasa menjadi model tembak, dadakan dalam kondisi apa saja, kadang-kadang dalam yang mendadak. Tapi yang terpenting adalah saya merasa bangga memakai motif ini dengan tujuan promosi,” katanya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here